twitter
    Find out what I'm doing, Follow Me :)

Command Dasar Linux

Berikut merupakan perintah-perintah konsole dasar untuk melihat, mengeksekusi, dan memanipulasi file/directory di Linux :

ls
untuk menampilkan isi dari sebuah direktori seperti perintah dirdi DOS. Anda dapat menggunakan beberapa option yang disediakan untuk mengatur tampilannya di layar. Bila Anda menjalankan perintah ini tanpa option maka akan ditampilkan seluruh file nonhidden(file tanpa awalan tanda titik) secara alfabet dan secara melebar mengisi kolom layar.

dir
sama juga dengan ls, yaitu untuk menampilkan file dalam suatu directory.
cd /
adalah perintah untuk masuk ke dalam suatu directory. Perintah ini sama dengan yang biasa kita pakai di DOS.
misalnya : cd /home/byroe
Artinya : masuk ke dalam folder “home” yang berada di bawah user “byroe”

1. Perintah diatas juga dapat diketikan :
cd /home (Enter)
cd byroe

2. Perintah untuk keluar dari directory yang sedang aktif :
cd\ ; (Enter)

mkdir
adalah perintah untuk membuat directory, dan sama dengan md di DOS.
1. membuat folder dalam suatu directory yang sedang aktif.
Misalnya : mkdir data
Artinya : Membuat folder yang bernama “data” yang disimpan pada directory yang sedang aktif.

2. membuat folder pada directory untuk user lain.
Misalnya : jika ingin membuat folder yang bernama “data” di bawah user lain, misalnya saja nama
user-nya “byroe”, maka perintahnya akan berbeda.
kita masuk dulu ke directory “home” yang berada di bawah user “byroe” dengan perintah :
cd /home
cd byroe (Enter)
ketik : sudo mkdir data
jika dimintai pasword : masukan password yang dipakai login.

cp
adalah perintah untuk meng-copy.
1. Meng-copy file :
cp –copy (1)
/home/byroe/Latihan (2)
/linux.odt (3)
/home/byroe/data/ (4)

Keterangan :
1. — copy : adalah perintah untuk meng-copy file.
2. menyatakan directory tempat file berada.
3. merupakan nama file yang akan di copy.
4. tempat directory tempat meletakan file yang di-copy.

2. Meng-copy folder beserta file-nya :
cp -r (1)
/home/byroe/Latihan (2)
/home/byroe/data/ (3)

Keterangan :
1. -r : adalah perintah untuk meng-copy folder beserta file-nya.
2. menyatakan directory folder yang akan di copy.
3. menyatakan directory untuk meletakan folder di copy.

mv
Untuk memindahkan file dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Bila argumen yang kedua berupa sebuah direktori maka mv akan memindahkan file ke direktory tersebut. Bila kedua argumen berupa file maka nama file pertama akan menimpa file kedua. Selain memindahkan, perintah ini juga dapat digunakan untuk me-rename.

1. memindahkan file:
mv /home/byroe/Latihan
1 2
/per_cobaan.odt /home/byroe/data/
3 4

Keterangan :
1. mv : adalah perintah untuk memindahkan file.
2. menyatakan directory tempat file berada.
3. merupakan nama file yang akan dipindahkan.
4. tempat /directory tempat meletakan file yang dipindahkan.

2. me-rename file :
mv /home/byroe/Latihan
1 2
/percobaan.odt
3
/home/byroe/Latihan
4
/per_cobaan.odt
5

Keterangan :
1. mv : adalah perintah untuk me-rename file.
2. menyatakan directory tempat file berada.
3. nama file yang akan di-rename
4. tempat directory tempat meletakan file yang di-rename.
5. nama file yang baru.

rm
Untuk menghapus file dan secara default rm tidak menghapus direktory. Gunakan secara hati-hati perintah ini terutama dengan option -r yang secara rekursif dapat mengapus seluruh file.
Misalnya:
rm /home/byroe/data/percobaan.odt
Keterangan : Hapus file “percobaan.odt”, yang terletak dalam directory “data” yang dimiliki oleh user “byroe”.

rmdir
menghapus suatu directory. Dengan catatan gunakan perintah ini, jika anda sudah yakin kalau directory dalam keadaan “empty”.
Menghapus directory pada user yang sedang aktif.
misalnya : User yang aktif adalah “byroe”.
Perintahnya :
rmdir /home/byroe/data/per_cobaan/

Keterangan : untuk menghapus folder “per_cobaan” dimana folder dalam keadaan kosong.
Gunakan perintah ini, jika directory dalam keadaan berisi.
Perintahnya :
rm -r /home/aan/data/percobaan/

Keterangan :
-r : untuk menghapus folder “percobaan” beserta dengan isinya.

3. menghapus directory pada user lain, melalui user yang sedang aktif. Gunakan perintah ini, jika anda sudah yakin kalau directory dalam keadaan “empt”.

misalnya : folder yang dihapus berada dalam user byroe.
Perintahnya :
cd /home/byroe (Untuk masuk ke user byroe setelah itu tekan enter).
sudo rmdir [nama_folder]

chmod
Digunakan untuk menambah dan mengurangi ijin pemakai untuk mengakses file atau direktory. Anda dapat menggunakan sistem numeric coding atau sistem letter coding. Ada tiga jenis permission/perijinan yang dapat dirubah yaitu r untuk read, w untuk write dan x untuk execute.

Numeric Coding
Permission untuk user, group dan other ditentukan dengan menggunakan kombinasi angka-angka.
Misalnya : chmod 777 /home/byroe/Latihan/file.odt

Keterangan :
chmod 777
Adalah untuk mmberi ijin baca, tulis, dan eksekusi untuk owner, group, dan other untuk “file.odt”.

Letter Coding
Digunakan untuk memberi permission kepada masing-masing u (user), g (group), o (other) dan a (all) dengan hanya memberi tanda plus (+) untuk menambah ijin dan tanda minus (-) untuk mencabut ijin.
Misalnya : chmod ug+rx file.odt

Keterangan :
Chmod ug+rx
Adalah memberikan ijin baca dan eksekusi file “file.odt” kepada owner dan group.

chown
Digunakan mengganti owner dari suatu file atau directory.
Misalnya :
sudo chown root:root /home/byroe/Latihan/file.odt
1 2 3 4 5

Keterangan :
1. sudo : untuk perintah masuk sebagai root.
2. chown : untuk mengubah kepemilikan
3. root : menyatakan user.
4. root : menyatakan group.
5. direktory yang menyatakan letak file “file.odt”.

passwd
Digunakan untuk mengganti password root. Anda akan selalu diminta mengisikan password lama dan selanjutnya akan diminta mengisikan password baru sebanyak dua kali.

su -
Untuk login sementara sebagai user lain. Bila user ID tidak disertakan maka komputer menganggap Anda ingin login sementara sebagai super user atau root. Bila Anda bukan root dan user lain itu memiliki password maka anda harus memasukkan passwordnya dengan benar. Tapi bila Anda adalah root maka Anda dapat login sebagai user lain tanpa perlu mengetahui password user tersebut.

Locate
untuk mencari path file atau directory.
Misalnya :
locate ‘Command di linux.odt’
1 2

Keterangan :
1. locate: merupakan perintah.
2. merupakan nama file yang dicari.

pwd
Untuk mengetahui posisi directory yang sedang aktif

ps aux
untuk melihat proses-proses yang sedang berjalan.

kill
Untuk mematikan proses yang sedang berjalan.
Misalnya : kill 5511

Keterangan : Adalah untuk mematikan proses yang ke 5511

df
Untuk mengetahui informasi tentang media penyimpanan.

tar -xzvf
untuk mengekstrak file dalam format *.tar atau *.tar.gz

Misalnya :
tar -xzvf /media/sda5/Software\
1 2
/data/xampp-linux-1.6.4.tar.gz -C /opt/
3

Keterangan :
1. nama media tempat file yang diekstrak
2. nama file yg akan diektrak
3. tempat file diletakan, setelah di ekstrak.

tar -xjvf
Untuk mengekstrak file dalam format *.bz2

start
Adalah perintah untuk menjalankan servis.
Misalnya : sudo /opt/lampp/lampp start

Keterangan : Adalah perintah untuk menjalankan service dari xampp.

stop
Adalah perintah untuk menghentikan servis.
Misalnya : sudo /opt/lampp/lampp stop
Keterangan : Adalah perintah untuk menghentikan service dari xampp.

Meng-archieve file ke format : tar, tar.bz2, tar.gz
Archieve *.tar :
~/Latihan di Linux $ tar -cjf byroe.tar.bz2 byroe.odt
1 2 3 4

Keterangan :
1. Folder tempat data yang di-archive disimpan
2. Perintah untuk meng-archive ke dalam format (.tar.bz2)
3. Nama file baru yang di-archive, beserta formatnya
4. Nama file yang yang akan di-archive

Arcieve *.tar.bz2 :
~/coba_archive$ tar -cjf coba.tar.bz2 test/
1 2 3 4

Keterangan :
1. Folder tempat data yang di-archive disimpan
2. Perintah untuk meng-archive ke dalam format (.tar.bz2)
3. Nama file baru yang di-archive, beserta formatnya
4. Nama folder yang yang akan di-archive

Archieve *.tar.gz :
~/coba_archive$ tar -cf coba.tar test/
1 2 3 4

Keterangan :
1. Folder tempat data yang di-archive disimpan
2. Perintah untuk meng-archive ke dalam format (.tar)
3. Nama file baru yang di-archive, beserta formatnya
4. Nama folder yang yang akan di-archive. (berlaku juga untuk file)

man
Untuk menampilkan manual page atau teks yang menjelaskan secara detail bagaimana cara penggunaan sebuah perintah. Perintah ini berguna sekali bila sewaktu-waktu Anda lupa atau tidak mengetahui fungsi dan cara menggunakan sebuah perintah.

Shutdown
Perintah ini untuk mematikan sistem. Pada beberapa sistem anda bisa menghentikan komputer dengan perintah shutdown -h now dan merestart sistem dengan perintah shutdown -r now atau dengan kombinasi tombol Ctr-Alt-Del.

tail
Untuk menampilkan 10 baris terakhir dari suatu file. Default baris yang ditampilkan adalah 10 tapi Anda bisa menentukan sendiri berapa baris yang ingin ditampilkan.
Perintahnya : tail [jumlah baris] [file file ….]

talk
Untuk mengadakan percakapan melalui terminal. Input dari terminal Anda akan disalin di terminal user lain, begitu sebaliknya.

mount
Perintah ini akan me-mount filesystem ke suatu direktori atau mount-point yang telah ditentukan. Hanya superuser yang bisa menjalankan perintah ini.

Misalnya :
mount -t ntfs /dev/sda1 /media/Data
Atau
mount -t fat32 /dev/sda2 /media/System

Keterangan :
Ntfs / Fat32 : menyatakan format hardisk
/dev/sda2/media/nama_media: menyatakan nama direktory atau mount-point-nya .

umount
Adalah kebalikan dari perintah mount, yaitu untuk meng-unmount filesystem dari mount-pointnya. Setelah perintah ini dijalankan direktory yang menjadi mount-point tidak lagi bisa digunakan. Penulisannya hampir sama dengan mount, yaitu tinggal mengganti kata mount dengan umount.

who
Untuk menampilkan siapa saja yang sedang login. Perintah ini akan menampilkan informasi mengenai login name, jenis terminal, waktu login dan remote hostname untuk setiap user yang saat itu sedang login.

alias
Digunakan untuk memberi nama lain dari sebuah perintah.
Misalnya : alias dir = ls

Keterangan :
Digunakan apabila ingin perintah ls dapat juga dijalankandengan mengetikkan perintah dir.

Unalias
Adalah kebalikan dari perintah alias, dimana perintah ini akan membatalkan sebuah alias.

info:http://www.byroe.net/?p=26



Install XAMPP di Ubuntu

XAMPP adalah software yang bersifat freeware, yang mendukung banyak sistem operasi, merupakan kompilasi dari beberapa program untuk menjankan fungsinya sebagai server yang berdiri sendiri, yang terdiri atas program Apache HTTP Server, MySQL database, dan penterjemah bahasa yang ditulis dengan bahasa pemrogramaan PHP dan Perl.

Program ini tersedia dalam GNU General Public License dan bebas, merupakan web server yang mudah digunakan yang dapat mampu melayani halaman dinamis. Saat ini, XAMPP tersedia untuk sistem operasi Microsoft Windows, Linux, Sun Solaris dan Mac OS X.

XAMPP bisa didownload di http://www.apachefriends.org/en/index.html. Untuk versi Linux bisa di download di http://www.apachefriends.org/download.php?xampp-linux-1.6.8a.tar.gz yang berkapasitas 59 MB. OK, langsung saja kita coba install XAMPP.


Langkah-langkah instalasi XAMPP
1. Download XAMPP di websitenya, kemudia ekstrak file xampp

root@komputer01-desktop:/opt# tar -xzvf xampp-linux-1.6.8a.tar.gz

Sehingga akan dihasilkan direktori lampp hasil ekstrakan.

2. masuk direktori lampp

root@komputer01-desktop:/opt# cd lampp/
root@komputer01-desktop:/opt/lampp# ls -l
total 156
drwx------ 2 root root 4096 2004-02-11 12:43 backup
drwxr-xr-x 3 root root 12288 2008-09-24 19:17 bin
drwxr-xr-x 2 root root 4096 2004-07-14 21:04 cgi-bin
drwxr-xr-x 3 root root 4096 2005-10-16 19:43 error
drwxr-xr-x 9 root root 4096 2008-09-16 03:38 etc
drwxr-xr-x 4 nobody root 4096 2007-11-14 18:43 htdocs
drwxr-xr-x 3 root root 4096 2003-05-31 06:38 icons
-rwxr-xr-x 1 root root 15088 2008-08-14 20:01 lampp
drwxr-xr-x 12 root root 4096 2008-09-24 19:17 lib
drwxr-xr-x 2 root root 4096 2006-04-27 00:46 libexec
drwxr-xr-x 37 root root 4096 2006-03-14 23:06 licenses
drwxr-xr-x 2 root root 4096 2008-09-16 17:18 logs
drwxr-xr-x 2 root root 4096 2008-09-24 19:17 modules
drwxr-xr-x 10 root root 4096 2008-09-24 19:16 phpmyadmin
drwxrwxrwx 2 root root 4096 2007-07-15 23:20 phpsqliteadmin
-rw-rw-r-- 1 root root 55491 2008-09-24 19:15 RELEASENOTES
drwxr-xr-x 2 root root 4096 2008-09-24 19:17 sbin
drwxr-xr-x 16 root root 4096 2008-08-14 20:01 share
drwxr-xr-x 3 root root 4096 2005-01-19 03:21 tmp
drwxr-xr-x 5 root root 4096 2008-09-16 17:18 var

3. Jalankan xampp

root@komputer01-desktop:/opt/lampp# ./lampp start
Starting XAMPP for Linux 1.6.8a...
XAMPP: XAMPP-Apache is already running.
XAMPP: XAMPP-MySQL is already running.
XAMPP: XAMPP-ProFTPD is already running.
XAMPP for Linux started.

Mematikan xampp

root@komputer01-desktop:/opt/lampp# ./lampp stop
Stopping XAMPP for Linux 1.6.8a...
XAMPP: Stopping Apache with SSL...
XAMPP: Stopping MySQL...
XAMPP: Stopping ProFTPD...
XAMPP stopped.

Merestart xampp

root@komputer01-desktop:/opt/lampp# ./lampp restart
Stopping XAMPP for Linux 1.6.8a...
XAMPP: XAMPP-Apache is not running.
XAMPP: XAMPP-MySQL is not running.
XAMPP: XAMPP-ProFTPD is not running.
XAMPP stopped.
Starting XAMPP for Linux 1.6.8a...
XAMPP: Starting Apache with SSL (and PHP5)...
XAMPP: Starting MySQL...
XAMPP: Starting ProFTPD...
XAMPP for Linux started.

4. Mengetes apakah xampp sudah jalan, dengan membuka browser dan ketikkan di address bar : http://localhost/
Kalau halaman depan dari xampp sudah terlihat, maka xampp sudah jalan.

5.Cek apakah php nya sudah jalan belum. Buat file .php, simpan di direktori /opt/lampp/htdocs/. Exp. testing.php

root@komputer01-desktop:/opt/lampp/htdocs# pico testing.php

5. Buka browser ketik di address bar : http://localhost/testing.php
Mudah kan?



tux-kecil

Project Internet Sharing, DNS, Webserver : Linux Based dengan Proxy Squid, DHCP, Apache, dan Bind

Hari libur Imlek ini kusempatkan menulis tutorial yang pernah saya implementasikan akhir bulan lalu. Project ini di sebuah perusahaan Publishing dan Media Marketing Group di daerah Jakarta Selatan yang dimiliki orang bule. Project ini bertahap, dari pergantian sistem internet sharing sampai pergantian sistem mailserver di kantor mereka.

Kali ini saya tulis mengenai Project Internet Sharing mengunakan Linux Based dengan Proxy Squid, DHCP, Bandwidth Management. Sistem baru ini saya tawarkan untuk menggantikan sistem lama yang mengunakan router hardware yang menurut IT Staffnya sering hang dan feature didalamnya sangat terbatas. Dengan sistem baru diharapkan lebih powerful untuk menjembatani IT Staff dengan user. Setelah aku memahami topology jaringan disana lalu aku membuat penawaran. Mereka menerima model penawaran dari internet sharing dan mailserver, setelah cocok dalam harga akhirnya saya mulai pekerjaan ini, perusahaan ini telah membeli server baru untuk menambah kekuatan sistem ini. Pekerjaan untuk instalasi dan konfigurasi dilakukan secara remote. Sistem operasi menggunakan Linux Centos sudah diinstall default oleh IT nya dan saya tinggal mengkonfigurasi secara remote menggunakan Putty untuk kebutuhan internet sharing ini. IT stafnya juga meminta tambahan agar server ini diisi DNS untuk domain kantor dan Apache sebagai webserver untuk hosting website kantor. Berikut Instalasi dan konfigurasinya :

Internet Sharing :

-Sistem operasi Linux Centos 5.2
-DHCP Server :

[root@indomulti gtoms]#yum install dhcp
Setting up Install Process
Parsing package install arguments
Resolving Dependencies
–> Running transaction check
—> Package dhcp.i386 12:3.0.5-13.el5 set to be updated
–> Finished Dependency Resolution

Dependencies Resolved
=============================================================================
Package Arch Version Repository Size
=============================================================================
Installing:
dhcp i386 12:3.0.5-13.el5 base 874 k
Transaction Summary
=============================================================================
Install 1 Package(s)
Update 0 Package(s)
Remove 0 Package(s)

Total download size: 874 k
Is this ok [y/N]:

…………………skip…………………….

[root@indomulti gtoms]#nano /etc/dhcpd.conf

ddns-update-style interim;
ignore client-updates;

# network 192.168.0.9/24
subnet 192.168.0.254 netmask 255.255.255.0 {

# gateway
option routers 192.168.0.9;

# netmask
option subnet-mask 255.255.255.0;

# domain
option domain-name “indoxxxxxxxx.co.id”;

# dns server
option domain-name-servers 202.xx.xx.x, 202.xx.xx.8, 192.168.0.9;

# wins server
#option netbios-name-servers 192.168.0.15;

# alokasi ip dinamik
range dynamic-bootp 192.168.0.10 192.168.0.250;
default-lease-time 43200;
max-lease-time 604800;

}

[root@indomulti gtoms]#/etc/init.d/dhcpd start
[root@indomulti gtoms]#/sbin/chkconfig –level 345 dhcpd on

Contoh log dhcp :

[root@indomulti gtoms]# tail -f /var/log/messages

Dec 17 19:04:42 indomulti dhcpd: DHCPREQUEST for 192.168.0.16 (192.168.0.2) from 00:17:31:4a:80:ac (server1) via eth0
Dec 17 19:04:42 indomulti dhcpd: DHCPACK on 192.168.0.16 to 00:17:31:4a:80:ac (server1) via eth0
Dec 17 19:05:28 indomulti dhcpd: DHCPREQUEST for 192.168.0.14 from 00:0a:e6:db:ce:5b (eddy-com) via eth0
Dec 17 19:05:28 indomulti dhcpd: DHCPACK on 192.168.0.14 to 00:0a:e6:db:ce:5b (eddy-com) via eth0

- Proxy Server Squid :

[root@indomulti etc]# yum install squid
Setting up Install Process
Parsing package install arguments
Resolving Dependencies
–> Running transaction check
—> Package squid.i386 7:2.6.STABLE6-5.el5_1.3 set to be updated
–> Processing Dependency: perl(URI::URL) for package: squid
–> Running transaction check
—> Package perl-URI.noarch 0:1.35-3 set to be updated
–> Finished Dependency Resolution

Dependencies Resolved

=============================================================================
Package Arch Version Repository Size
=============================================================================
Installing:
squid i386 7:2.6.STABLE6-5.el5_1.3 base 1.2 M
Installing for dependencies:
perl-URI noarch 1.35-3 base 116 k

Transaction Summary
=============================================================================
Install 2 Package(s)
Update 0 Package(s)
Remove 0 Package(s)

Total download size: 1.3 M
Is this ok [y/N]: y
……………….skip……………………………

[root@indomulti etc]#nano /etc/squid/squid.conf
disini squid.conf dikonfigurasikan sebagai transparant proxy, dan settingan advanced lainnya agar squid dapat menjadi server proxy ke client yang tangguh.

[root@indomulti etc]#/usr/sbin/squid -z

[root@indomulti etc]#/etc/init.d/squid start

Settingan Iptables dan forwarding ip :

[root@indomulti etc]#echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
[root@indomulti etc]#/sbin/iptables -A PREROUTING -t nat -j REDIRECT -p tcp -s 192.168.0.0/24 -d 0/0 –dport 80 –to-ports 3128
[root@indomulti etc]#/sbin/iptables -A POSTROUTING -j MASQUERADE -t nat -s 192.168.0.0/24 -o eth1
Hasil log squid yang sudah berjalan :

[root@indomulti etc]#tail -f /var/log/squid/access.log

1229516070.255 549 192.168.0.44 TCP_MISS/200 56100 GET http://img.ads.kompas.com/banner/bca_media_tp1_expand.swf - DIRECT/202.146.4.86 application/x-shockwave-flash
1229516070.700 1774 192.168.0.31 TCP_MISS/200 27734 POST http://mail.google.com/mail/? - DIRECT/209.85.143.18 text/javascript
1229516070.914 837 192.168.0.75 TCP_MISS/200 493 POST http://shttp.msg.yahoo.com/notify/ - DIRECT/66.163.181.12 text/plain

Selanjutnya mensetting content filtering dan lalu lintas hak akses internet di client menggunakan file squid.conf. Dan mensetting bandwitdh management menggunakan HTB.

Konfigurasi Bind DNS server yang menjadi primary nameserver(ns1) domain .co.id perusahaan ini :

[root@indomulti etc]#yum install bind-chroot
konfigurasi Bind yang berjalan secara chroot.

[root@indomulti etc]#nano /var/named/chroot/etc/named.conf
disini membuat zone domain perusahaan ini yang berisi NS, MX, dan syarat-syarat lainnya jika mesin ini dijadikan Primary DNS.

[root@indomulti]# /etc/init.d/named start
Starting named: [ OK ]
[root@indomulti]# tail -f /var/log/messages
Dec 11 03:01:17 indomulti named[6043]: loading configuration from ‘/etc/named.conf’
Dec 11 03:01:17 indomulti named[6043]: listening on IPv4 interface lo, 127.0.0.1#53
Dec 11 03:01:17 indomulti named[6043]: listening on IPv4 interface eth1, 202.xx.xx.83#53
Dec 11 03:01:17 indomulti named[6043]: command channel listening on 127.0.0.1#953
Dec 11 03:01:17 indomulti named[6043]: zone indoxxxxx.co.id/IN: loaded serial 2008121001
Dec 11 03:01:17 indomulti named[6043]: running
Dec 11 03:01:17 indomulti named[6043]: zone indoxxxxxx.co.id/IN: sending notifies (serial 2008121001)
Dec 11 03:01:17 indomulti named[6043]: client 202.xx.xx.83#32801: received notify for zone ‘indoxxxxxx.co.id’

Konfigurasi Apache Webserver yang menghosting file-file website perusahaan ini :

[root@indomulti etc]#yum instll httpd httpd-devel
Direktori tempat konfigurasi Apache : /etc/httpd/conf/httpd.conf
Untuk menjalakan service httpd : /etc/init.d/httpd start

Disini saya tidak melampirkan proses pembuatan webserver yang dijadikan tempat file-file website perusahaan ini.

Untuk melengkapi fungsi webserver ditambahkan juga php dan mysql.

Langkah terakhir adalah menginstall webmin untuk memudahkan IT staff mengadministrasi semua program diatas via web based :

Install webmin :
[root@indomulti etc]##yum -y install perl-Net-SSLeay
[root@indomulti etc]#wget http://superb-east.dl.sourceforge.net/sourceforge/webadmin/webmin-1.380-1.noarch.rpm
[root@indomulti etc]#rpm -i webmin-1.380-1.noarch.rpm
[root@indomulti gtoms]# rpm -i webmin-1.441-1.noarch.rpm
Operating system is CentOS Linux
warning: /etc/pam.d/webmin saved as /etc/pam.d/webmin.rpmorig
warning: /etc/sysconfig/daemons/webmin saved as /etc/sysconfig/daemons/webmin.rpmorig
Webmin install complete. You can now login to https://indomulti:10000/
as root with your root password.

Setelah selesai saya memberikan training ke IT staffnya, dan artikel ini akan berlanjut dengan Project Mailserver menggunakan Zimbra untuk menggantikan sistem mailserver mereka yang sebelumnya menggunakan qmail.



sumber:hendri gultom

Membuat Radio Online (skema 1)

Tentunya dunia broadcast sudah tidak asing lagi di Indonesia, dan dengan tidak sampai hitungan 1 jam kita bisa memiliki sebuah stasiun radio online yang bisa digunakan untuk bisnis ataupun hanya sekedar ingin selalu bisa bersama dengan kerabat dan teman untuk mendengarkan lagu - lagu favorit, cd audio, seminar atau apapun yang ingin diperdengarkan pada khalayak di Indonesia. Bisa juga untuk broadcast media untuk lagu - lagu ciptaan sendiri dengan domain sendiri. Dengan instalasi dan konfigurasi Radio Online, kini lagu - lagu atau semua media audio dapat dengan mudah didengar oleh siapa saja. Jadi Radio Online itu adalah menyiarkan secara live lewat internet semua siaran analog dari studio radio.

Aku mencoba latihan membuat radio online secara live, sebelum final proyek pembuatan radio online swasta di Balikpapan. Aku menerima proyek pembuatan radio online salah satu radio swasta di Balikpapan setelah survey ke studio mereka yang sudah memiliki perangkat radio untuk siaran langsung menggunakan gelombang radio FM. Radio mereka ini memiliki content siaran news, religius, dan dakwah. Proyek ini masih menunggu finishing ruangan untuk server dan penarikan bandwidth internet dedicated ke kantor radio mereka.

Setelah memahami cara kerja/knowledge tentang radio online, ada 2 skema yang bisa dibuat dalam implementasi radio online ini. Pada latihan sekarang aku memakai skema 1, dan skema 2 akan aku implementasi di final proyek sebuah radio swasta di Balikpapan. Sebenarnya tidak jauh berbeda implementasi skema 1 dan skema 2, perbedaannya hanya pada penempatan PC DJ(disk jockey) dan server streaming yang digunakan serta jumlah bandwidth internet yang dipakai baik dari sisi PC DJ dan server streaming. Konfigurasi software didalamnya juga berbeda sesuai kemauan masing-masing. Simplenya sebagai berikut :

Skema1 :

Komponen A : User(listener)—->Internet<—-Server Streaming Radio. Komponen B : PC/komputer DJ—->Internet.

Komponen A dan Komponen B dihubungkan oleh koneksi bandwidth internet yang berbeda.

Skema 2 :

User(listener)—–>Internet<—-Server Streaming Radio+PC DJ<—-Mixer Audio(radio analog)<—-Penyiar(microphone), Tape, CD Player. pada skema 2 komponen A dan B digabung, berada dalam satu server menggunakan bandwidth internet yang sama. Pada latihan live ini aku memakai skema 1 karena aku tidak bisa berada dekat perangkat mixer audio di studio radio. Perangkat skema 1 yang di ujicobakan sbb : Untuk Komponen A : sebagai Server Streaming Radio aku gunakan server VPS(Virtual Private Servers ), memory 256 MB, space 20 GB, O/S Linux Ubuntu-Server8.04, dengan bandwidth internet 512 kbps(kilo bit per second). Server ini terletak di Gedung Cyber(IIX Indonesia). User(listener) akan membaca IP publik yang ada di server ini dengan port koneksi yang sudah kita buka melalui konfigurasi file software streaming radio yang dalam implementasi ini menggunakan SHOUTcast Server. Untuk komponen B : Uji coba pertama menggunakan laptop ku sebagai PC/komputer DJ dengan bandwidth internet 3,5G HSDPA IndosatM2, Uji coba kedua menggunakan komputer biasa dengan bandwidth internet dedicated 128 kbps. Kedua uji coba ini sukses berjalan baik dan berkomunikasi dengan server streaming SHOUTcast pada komponen A. Untuk O/S menggunakan Windows XP Profesional SP2, Winamp, Plugin winamp SHOUTcast DSP Plugin, dan kumpulan lagu-lagu mp3. Instalasinya sebagai berikut : Komponen A : Server Streaming Radio SHOUTcast VPS sudah terinstall O/S Linux Ubuntu-Server8.04 dengan IP static : 202.145.xx.xxx, settingan IP ini sudah bisa keluar ke Internet. Setelah Instalasi Sistem operasi dan konfigurasi IP maka aku install software Streaming Radio menggunakan SHOUTcast server for Linux. Berikut Instalasi dan konfigurasi SHOUTcast for server. root@iixsvr:/home/user1# wget http://www.shoutcast.com/downloads/sc1-9-8/sc_serv_1.9.8_Linux.tar.gz –21:17:07– http://www.shoutcast.com/downloads/sc1-9-8/sc_serv_1.9.8_Linux.tar.gz => `sc_serv_1.9.8_Linux.tar.gz’
Resolving www.shoutcast.com… 207.200.98.25
Connecting to www.shoutcast.com|207.200.98.25|:80… connected.
HTTP request sent, awaiting response… 200 OK
Length: 60.840 (59K) [application/x-gzip]

100%[=================================>] 60.840 127.06K/s

21:17:10 (126.91 KB/s) - `sc_serv_1.9.8_Linux.tar.gz’ saved [60840/60840]

root@iixsvr:/home/user1# tar -zxvf sc_serv_1.9.8_Linux.tar.gz
README.TXT
sc_serv.conf
sc_serv
root@iixsvr:/home/user1# ls
README.TXT sc_serv sc_serv_1.9.8_Linux.tar.gz sc_serv.conf
root@iixsvr:/home/user1# mkdir shoutcast

pindahkan file README.TXT sc_serv sc_serv.conf ke dalam folder shoutcast.

root@iixsvr:/home/user1/shoutcast# nano sc_serv.conf

disini aku edit sesuai kebutuhan latihan dulu saja pada beberapa bagian berikut :
maxuser 32
password renata
port 8000
adminpassword evaningrum

(save config)
ctrl-x untuk save dan exit dari editor nano.

Maxuser maksudnya jumlah user(listener) yang dapat mengakses/terkoneksi mendengarkan radio kita, Password disini maksudnya adalah password yng akan kita masukkan pada DSP Plugin Winamp pada PC DJ, Port 8000 adalah port SHOUcats server ini yang dibuka/digunakan untuk streaming radio. Adminpassword adalah passowrd admin untuk interface mengadministrasi SHOUTcats Server via web based..

Selesai mengedit file sc_serv.conf Aku jalankan servicesnya :

root@iixsvr:/home/user1/shoutcast# ./sc_serv sc_serv.conf
*******************************************************************************
** SHOUTcast Distributed Network Audio Server
** Copyright (C) 1998-2004 Nullsoft, Inc. All Rights Reserved.
** Use “sc_serv filename.ini” to specify an ini file.
*******************************************************************************
Event log:
<06/30/08@21:21:18> [SHOUTcast] DNAS/Linux v1.9.8 (Feb 28 2007) starting up…
<06/30/08@21:21:18> [main] pid: 4554
<06/30/08@21:21:18> [main] loaded config from sc_serv.conf
<06/30/08@21:21:18> [main] initializing (usermax:32 portbase:8000)…
<06/30/08@21:21:18> [main] No ban file found (sc_serv.ban)
<06/30/08@21:21:18> [main] No rip file found (sc_serv.rip)
<06/30/08@21:21:18> [main] opening source socket
<06/30/08@21:21:18> [main] source thread starting
<06/30/08@21:21:18> [source] listening for connection on port 8001
<06/30/08@21:21:18> [main] opening client socket
<06/30/08@21:21:18> [main] Client Stream thread [0] starting
<06/30/08@21:21:18> [main] client main thread starting
<06/30/08@21:21:46> [sleeping] 0 listeners (0 unique)
<06/30/08@21:21:47> [main] SIGINT; exiting!(0 unique)

Sampai disini instalasi dan konfigurasi komponen A selesai. Tetapi masih belum menerima koneksi streaming dari PC DJ yang akan kita setup.

Komponen B : Uji coba nya menggunakan laptopku dengan sistem operasi Windows XP Profesional SP 2. Dengan catatan koneksi internet di laptop sudah jalan menggunakan HSDPA IM2. Berikut tahapannya :

- Instal Winamp versi 5 keatas(sebaiknya yang terbaru), unduh di www.winamp.com

- Install SHOUTcast DSP Plugin for windows, unduh di http://www.shoutcast.com/downloads/shoutcast-dsp-1-9-0-windows.exe

-Konfigurasi plugin SHOUTcast DSP dan Winamp untuk memasukkan lagu-lagu yang ingin kita streaming kan.

Berikut screenshot gambarnya :

Di laptopku sebagai bandwidth internet untuk PC DJ memakai IM2 HSDPA yang sudah terkoneksi baik.

ini langkah menginstal SHOUTcast DSP Plugin, sebelumnya harus sudah install winamp dahulu. Jadi anggap Winamp sudah terinstall dan sekarang install SHOUTcast DSP Plugin, Klik 2 kali file shoutcast-dsp-1-9-0-windows.exe yang sudah kita unduh. Lalu ikut petunjuk seperti di gambar Next-Next-Next saja,

Disini DSP Plugin diinstall di folder Winamp yang sudah terinstall sebelumnya,

Sampai disini proses instalasi SHOUTcast DSP Plugin untuk winamp selesai, tinggal konfigurasi menu didalam DSP Plugin.

Jalankan Winamp—lalu klik ‘Option’—-’Preferences’

Pada menu sebelah kiri ‘Pilih DSP/EFFECT’—–klik 2 kali ‘Nullsoft SHOUTCast Sources DSP v1.0.0(dsp_sc.dll)’ di menu sebelah kanan,

Sebuah menu akan muncul dengan TAB konfigurasi : ‘Main’, ‘Output’, ‘Encoder’, ‘Input’.

Pilih ‘Ouput’ dan aku edit bagian ‘Output Configuration’ sbb :

‘Address’ : 202.145.xx.xxx (ini adalah IP Server Streaming Shoutcast yang sudah dikonfigiurasi diatas)
‘Port’: 8000 (port yang akan dimasukin/diopen dari jalur PC DJ ke SHOUTcast Radio Streaming secara online) Password : masukkan password yang kita masukkan pada file sc_serv.conf sebelumnya. Jadi konfigurasi disini sama dengan konfigurasi yang kita edit pada file sc_serv.conf,

Pilih ‘Encoder’ dan rubah Encoder Setting menjadi ‘128kbps, 44.100kHz Mono’ ini tergantung keinginan masing-masing. Lalu kembali ke bagian Output dan klik tombol Conect, nanti terlihat ada proses Status Sent berapa bytes lihat gambar dibawah.

Lagu mp3 yang kita input di Winamp akan distreaming ke server Shoutcast, agar dapat didengarkan user(listener).

Setelah Conect, klik Tab Main dan lihat Input Level berjalan, Kita juga bisa mengalirkan lagu-lagu ke playlist winamp dan menjalankannya.

Klik juga Input dan kita lihat bar input level tanda koneksi berjalan. Disini Input device aku pilih Winamp, kalau aku berada pada skema 2 maka Input Device harus diganti menjadi Soundcard Input. Secara Line in Soundcard akan tersambung ke Mixer Audio penyiar/tape/cd player.

User(listener) akan mendengar Radio online ini melalui browser dengan alamat : http://202.145.xx.xxx:8000/listen.pls File listen.pls digenerate otomatis oleh SHOUTcast Server.

Kita cek event log pada server linux Streaming Shoutcast, terlihat salah satu listener dengan ip 202.51.xxx.xxx sedang mendengarkan lagu streaming ini :

<06/30/08@21:34:17> [source] connected from 124.81.149.194
<06/30/08@21:34:17> [source] icy-name:Marching band ; icy-genre:Drum Band
<06/30/08@21:34:17> [source] icy-pub:1 ; icy-br:128 ; icy-url:http://www.trendmarching.or.id
<06/30/08@21:34:17> [source] icy-irc:#trendmarching ; icy-icq:0 ; icy-aim:gtomslinux
<06/30/08@21:34:49> [source] no data (30s timeout). disconnecting.
<06/30/08@21:35:18> [source] connected from 124.81.149.194
<06/30/08@21:35:18> [source] icy-name:Marching band ; icy-genre:Drum Band
<06/30/08@21:35:18> [source] icy-pub:1 ; icy-br:128 ; icy-url:http://www.trendmarching.or.id
<06/30/08@21:35:18> [source] icy-irc:#trendmarching ; icy-icq:0 ; icy-aim:gtomslinux
<06/30/08@21:40:38> [dest: 202.51.xxx.xxx] starting stream (UID: 0)[L: 1]{A: WinampMPEG/5.52}(P: 0)
<06/30/08@21:46:15> [dest: 202.51.xxx.xxx] connection closed (337 seconds) (UID: 0)[L: 0]{Bytes: 4914967}(P: 0)

Jika kita browsing ke http://202.145.xx.xxx:8000 akan menemukan Status Lagu, Song History dan Admin Page untuk interfaces User(Listener). Tapi Admin Page hanya bisa dibuka menggunakan password yang kita masukan pada file sc_serv.conf

Demikianlah proses instalasi dan konfigurasi Radio Online skema 1 sebagai latihan, kesokan harinya aku coba PC/Komputer lain dengan bandwidth lebih baik dalam kondisi banyak listener dan suara streaming terdengar baik, bersih dan tidak delay, yah kadang ada juga delay sedikit, tinggal di tunning.

Untuk Skema2 yang berhadapan langsung dengan audio mixer dan penyiar akan aku susul artikelnya setelah penyelesaian proyek tersebut on site di Balikpapan. (henry at gultom dot or dot id)

Resources : www.shoutcast.com, forum SHOUTcast technical support.

kutip: http://henry.gultom.or.id

instalasi UBUNTU

Disini sayah akan coba jelasin secara step by step cara install Ubuntu Edgy. Sebagai catatan harddisk yang digunakan adalah 10Gb (belum di partisi) memory 1024MB, Prosesor Intel P4 3.0GHz dan proses penginstallasian ini menggunakan VMware Workstation.

Sebelum meng-install Ubuntu pada BIOS harus di set Boot Device Priority-nya dulu, dalam menginstall Ubuntu Boot Device Priority harus di arahkan ke CDROM. Untuk masuk ke BIOS tiap Motherboard mempunyai standart sendiri. Namun sebagian besar tinggal menekan tombol delete atau F2. Ketika membooting pertama kali tekan F2 atau del untuk masuk BIOS, anda harus menekan nya dengan cepat, sebab bila tidak komputer akan masuk ke OS di hardisk. Apabila anda “lebih cepat” dari loading komputer anda maka tampilanya akan muncul sebagai berikut :

Trus simpan konfigurasinya dan Kemudian reboot ulang

Setelah Itu kita mulae instalasi, setelah restart maka akan muncul tampilan layar sebagai berikut (posisi komputer di booting via cdrom)

Pilih Start or Install Ubuntu, tunggu hingga muncul layar seperti di bawah

Gambar diatas menunjukkan bahwa kita telah berhasil menjalankan Ubuntu Live-CD. Di LiveCd kita bisa mencoba kemampuan Ubuntu tanpa harus menginstall ke harddisk, pada saat ini anda dapat menulis dokumen, berinternetan, layaknya sudah menginstall ke Harddisk. Dan perlu diingat bahwa ini hanya bersifat readonly [sementara] yang berarti semua dokumen yang di simpan di /home hanya lah sementara dan akan hilang jika di reboot. Langkah selanjutnya kita harus mempartisi harddisk dulu, klik System>Administration>Gnome Partition Editor

hingga muncul tampilan sebagai berikut :

Karena kita akan membuat partisi baru maka klik kanan di area hitam muda hingga muncul seperti gambar diatas

Kilk create, kemudian tunggu

Kilk kanan di area hitam muda lagi hingga muncul gambar diatas. Dan jangan lupa kita harus menentukan berapa mesar partisi yang digunakan. Di sini saya mempunyai harddisk 10 GB dengan di partisi 2 yaitu 7,7 GB untuk ext3 dan sisanya untuk swap. Kilk add bila kita sudah mengkonfigurasinya

Setelah kita mengeklik add maka akan muncul warna biru pada areal hitam muda, pada gambar di atas masih terdapat area hitam muda hal ini di karenakan masih adanya ruang sisa. Untuk itu maka kilk kanan lagi pilh new

Pada gambar diatas areal yang kosong tadi akan digunakan sebagi partisi swap, kemudian klik add, (linux minimal membutuhkan partisi swap dan root) setelah itu bila kita ingin melakukan tindakan pemartisi hardisk yang telah di lakukan tadi maka klik apply hingga muncul tampilan sebagai berikut

Kilk aplly lagi, kmudian tunggu loadingnya

Setelah proses pemartisian harddisk selesai maka akam muncul tampilan sebagai berikut

Kemudian Klik close. Untuk langsung menginstallnya kita dapat mengeklik icon INSTALL di Desktop dan tunggu loadingnya hingga muncul tampilan sebagai berikut

Dalam gambar di atas kita disuruh untuk menentukan bahasa yang akan kita gunakan, dalam gambar di atas saya memilih bahasa Inggris sebagai Bahasa yang akan digunakan, namun bila menghendaki bahasa Indonesia bisa memilih Bahasa Indonesia. Kemudian klik Fordward hingga muncul gambar sebagai berikut

Di sini kita akan menunjukkan di mana kita berada, karena dengan menunjukkan dimana kita berada system Ubuntu akan menyetel Format waktu GMT di sini saya menggunakan jakarta, bila sudah selesai kilk fordward

Pada gambar di atas kita di susruh untuk menentukan Jenis Keyboard yang kita gunakan, di Indonesia kebanyakan menggunakan American English, klik Fordward hingga muncul gambar sebagai berikut

Tampilan in di maksudkan untuk mengisikan identitas kita perlu di ingat saat mengisi username huruf yang digunakan harus kecil semua dan tidak boleh ada spasi, hal yang sama saat kita mengisi nama komputer kita. Klik Fordward hingga muncul gambar sebagai berikut

Dari tampilan di atas ada dua pilihan yaitu erase disk dan manually edit. Yang dimaksud dengan erase disk adalah menghapus semua isi dari hard disk namun ini cukup berbahaya apa bila anda mempunyai data yang sudah di simpan di harddisk. Untuk amanya pilih manually edit partition. Klik Fordward hingga muncul gambar sebagai berikut

Karena kita tadi sudah membuat partisi maka Klik Fordward hingga muncul gambar sebagai berikut

Dari gambar di atas kita disuruh untuk menentukan mount point dari dua partisi yang telah kita buat tadi, buatlah seperti gambar di atas. Klik Fordward hingga muncul gambar sebagai berikut

Ini adalah konfigurasi global yang telah kita buat untuk menginstall, Klik install (bila kita sudah mantap dengan konfigurasinya) hingga muncul gambar sebagai berikut

Bila komputer anda menunjukkan gambar seperti ini, maka Ubuntu sedang menyalin system ke dalam komputer anda. Waktu yang dibutuhkan untuk selesai loadingnya tergantung dari performa dari komputer yang anda miliki, sebagai perbandingan ketika sayah menggunakan Pentium 4 dengan memory 1024 MB dibutuhkan waktu sekitar 10menit saja. Setelah itu tunggu hingga tampilan layar sebagi berikut Bila tampilan layar di komputer tampak seperti diatas maka berarti intalasi ubuntu di komputer anda telah selesai. SELAMAT MENCOBA,..

sumber: chytato.web.id


cara instalasi ubuntu

ni distro kedua yg dah saya coba di laptop saya.... Keren euy...
Tutorial ini banyak saya sadur dari Howtoforge.com karna saya jg nginstallnya ngikutin langkah2nya dari situ..
Selamat mencoba....

Installation
Yg dibutuhkan untuk menginstall petama-tama adalah miliki dulu Live CD image Ubuntu 7.10, pastikan filenya berekstention .ISO & bootable (booting dijalankan oleh CD). CD bisa dibeli di toko2 software komputer, atw bisa didownload di :
http://www.ubuntu.com/getubuntu/download.
atau bisa di ftp://kambing.ui.edu/pub/ubuntu/ubuntu/7.10
abis donlot dari sana, trus diburn, & mendingan pake tools ISO burning & set ke bootable..

*sebelumnya, kita asumsikan, komputer blom ada OS..

Start komputermu, dan langsung masukkan live-CDnya . Secara otomatis booting dijalankan CD, hingga muncul seperti gambar di bawah ini... Pilih "Start or install ubuntu"..


Live-Cd running..

Beberapa saat kemudian akan tampaklah desktop Ubuntu
Double-click gambar "install" pada desktop. Kemudian pilih bahasa yg mo dipake..

Pilih timezone di mana Anda berada saat ini.Karena saya berada di Jakarta, Indonesia, maka klik titik merah yang ada di Peta di wilayah Indonesia (tau kan Jakarta di sblah mana..?)
Pilih keyboard layout. Pilih saja US English.. Pilih partisinya mo yg gmana...

Klo pilih yang 'manual', akan muncul window seperti gambar di bawah ini. Di situ Anda bisa buat, modifikasi atau menghapus partisi dan mount point..
Masukkan data yg dibutuhkan untuk account pertamamu dan nama komputer ke dalam kotak2 yg tersedia..




Window di bawah ini berisi summary dari pilihan Anda tadi. Klo mo ngrubah device utk boot loader installation, klik "Advanced" dan ubah dengan sesuai yg Anda mau.
Klik "Install" klo udah fix dengan pilihan anda..




Sistem sedang diinstall


Setelah Instalasi selesai, restartlah komputer Anda


Setelah tahap penginstallan...

Setelah booting selesai, silahkan log on, masukan username & password yg telah Anda set pada saat penginstallan..

Tampilan Desktop Linux Ubuntu 7.10 telah terinstall..

Sekarang komputer Anda pake Linux Ubuntu 7.10....

sumber:http://mulfasli.multiply.com